Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Penelitian
Pengelolaan Air dan Iklim Mikro Terkendali untuk Tanaman Hortikultura PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 01 Februari 2012 11:11

DASAR PERTIMBANGAN

Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mendapatkan kondisi iklim mikro yang sesuai dalam budidaya tanaman adalah pertanian rumah kaca (greenhouse farming) atau pertanian rumah kasa (screenhouse farming). Rumah kasa dapat memfasilitasi dan mengontrol kondisi lingkungan yang dibutuhkan oleh tanaman, melindungi tanaman dari curah hujan yang tinggi dan kelebihan intensitas cahaya (Max, et al., 2009).

Di rumah kasa Balitklimat, tahun 2010 telah dilakukan kegiatan dengan membandingkan iklim di dalam dan di luar rumah kasa serta pengaruhnya terhadap tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa suhu udara di dalam rumah kasa lebih tinggi dibandingkan dengan di luar rumah kasa. Suhu tersebut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman yang ditanam di rumah kasa memiliki hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan yang ditanam di luar rumah kasa. Oleh karena itu, pada tahun 2011 kegiatan di rumah kasa difokuskan untuk otomatisasi modifikasi iklim mikro dengan menggunakan blower sebagai alat pendingin.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbedaan suhu udara antara rumah kasa Balitklimat dengan rumah kaca BB Biogen. Rumah kasa Balitklimat dilengkapi dengan blower yang terhubung dengan sistem yang diatur secara otomatis. Apabila suhu udara dalam rumah kasa melebihi suhu yang dibutuhkan oleh tanaman maka blower akan menyala secara otomatis. Sedangkan, di rumah kaca BB Biogen tidak dilengkapi dengan blower. Suhu udara di rumah kasa Balitklimat cenderung lebih rendah dibandingkan dengan rumah kaca BB Biogen.? Namun demikian, pertumbuhan dan hasil tanaman yang dipelihara di rumah kaca Balitklimat lebih rendah dibandingkan dengan di rumah kaca BB Biogen. Hal ini disebabkan adanya kendala pada sistem otomatisasi yang belum berfungsi secara optimal terutama di awal fase pertumbuhan tanaman sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Selain perlakuan penggunaan blower, tanaman juga diberi air secara manual dengan volume yang berbeda. Hal ini dilakukan dengan maksud memperoleh informasi kebutuhan air yang sesuai dengan kondisi tanaman sehingga penggunaan air dapat lebih efisien. Tanaman paprika menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang tidak berbeda antar perlakuan volume air. Dengan Pemberian air sebanyak 50% dari kebutuhan, tanaman tetap dapat tumbuh dengan baik.? Dengan demikian, jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan tanaman. Untuk itu, tahun 2012 kegiatan dirumah kasa akan difokuskan pada teknologi pengelolaan air dan modifikasi iklim mikro sehingga dapat memberikan informasi yang lebih lengkap lagi.

Untuk mendukung program Kementerian Pertanian mengenai Model Kawasan Rumah Pangan Lestari? yang dibangun dari Rumah Pangan Lestari (RPL) maka kegiatan ini juga akan dilaksanakan di sekitar di lingkungan Balitklimat. Prinsip dari KRPL yaitu pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan melalui partisipasi masyarakat.

PERKIRAAN KELUARAN

Teknologi pengelolaan air dan modifikasi iklim mikro di rumah kasa untuk tanaman? hortikultura.

HIPOTESA

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memodifikasi iklim mikro adalah dengan budidaya tanaman di dalam rumah kasa (screenhouse). Iklim mikro di dalam rumah kasa dapat diatur dan dibentuk sedemikian rupa sehingga iklim mikro dapat dikendalikan dan sesuai dengan kebutuhan tanaman yang dibudidayakan. Irigasi baik volume maupun teknik pemberiannya dapat diatur sesuai kebutuhan. Kesesuian iklim mikro dan pengelolaan irigasi yang tepat? akan meningkatkan produktifitas tanaman.

Terakhir diperbarui Selasa, 22 April 2014 02:58
 
Perakitan sensor kelembaban udara menggunakan nanoteknologi PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 01 Februari 2012 11:09

DASAR PERTIMBANGAN :

Pertanian presisi juga dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan menggunakan sumberdaya alam secara efektif dan efesien melalui natural resources management, sehingga pertanian presisi ini membutuhkan alat atau sensor untuk mengukur kelembaban udara sehingga penggunaan air dapat dikendalikan sehingga lebih hemat air. Sensor kelembaban udara dengan nanoteknologi diharapkan dapat dibuat secara mudah dan lebih terjangkau.

PERKIRAAN KELUARAN :

Terakitnya sebuah prototipe sensor kelembaban udara melalui implementasi teknologi nano

HIPOTESA :

Mukhopadhyay, 2009 telah meneliti penggunaan ZnO untuk kelembaban udara dalam kondisi yang berbeda dan efeknya terhadap kinerja sensor. Sensor yang dihasilkan mempunyai sifat stabil dan mempunyai respon yang linier terhadap kelembaban udara dan sensitivitas tinggi (Mukhopadhyay, Gupta et al. 2009).

Gambar 5. (a) Gambar ZnO nanorods menggunakan mikroskop elektron (b) Hasil pengetesan kinerja sensor nano (Mukhopadhyay, Gupta et al. 2009)

??? ????? ?? ????? ?? ????? ??? ??? ? ????????????? ? ????? ??????, "??????? ?????" ?????? ????, ???, ???? ??? ?????? ??????, ??????? ???????? ? ???????? ?????.

? ???? ?? ??? ??? ????? ????? ????????, ????? ??? ????????? ????? ???????? ??????, ??????? ????? ???? ? ?????????? ?????.

? ? ???????? ???????????? ??????????, ??? ?????????? ?? ?????? ??????.

???????? ???????? ?? ?????? ???????, ????????? ??? ????? ? ?????? "????? ? ?????? ????????" ??? ?? ???????.

?? ?????? ? ????????-????? ????? ??? ??, ???? ?? ??????, ???????? ??????? ?????????????.

????????, ??? ???? ?????? ???????? ? ????.

Terakhir diperbarui Selasa, 22 April 2014 02:58
 
Nanoteknologi untuk Pertanian: Aplikasi Hidrogel untuk Efisiensi Irigasi PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 01 Februari 2012 11:08

PERTIMBANGAN :

Balitklimat sebagai balai yang memiliki tupoksi dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan klimatologi dan hidrologi mempunyai peran sentral dalam pengembangan teknologi terkait dengan efisiensi penggunaan air. Terjadinya fenomena pemanasan global menjadikan pendekatan manajemen sumber daya iklim dan air yang selama ini dilakukan sulit sehingga perlu dipertajam dengan penciptaan satu produk yang langsung berkaitan dengan efisiensi irigasi.

PERKIRAAN KELUARAN :

Terciptanya hidrogel yang mampu menyimpan air lebih dari 500% bobot keringnya.

HIPOTESA :

Hidrogel merupakan material yang memiliki kemampuan menyerap air dan melepas air terserap tergantung stimulan eksternal. Aplikasi hidrogel di lahan pertanian akan mampu meningkatkan kapasitas tampung air di tanah yang dapat secara langsung meningkatkan efisiensi irigasi.

Terakhir diperbarui Selasa, 22 April 2014 02:57
 
Pengembangan EWS (Early Warning System) OPT Di Sentra Produksi Tanaman Pangan Dan Hortikultura PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 01 Februari 2012 11:06

DASAR PERTIMBANGAN

Fakta tersebut menunjukkan adanya kaitan perubahan iklim, seperti peningkatan suhu, dengan masalah hama dan penyakit di Indonesia. Namun, untuk memahami masalah secara menyeluruh perlu penelitian khusus dan dalam tentang dampak iklim terhadap perubahan hama dan penyakit. Sehingga dapat dirumuskan langkah antisipasi yang tepat, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Sistem informasi OPT Hortikultura pada Kegiatan tahun 2010 dan 2011 sudah mengkompilasi data luas serangan OPT tingkat kecamatan dan kabupaten, sehingga diperoleh informasi : OPT dominan pada setiap komoditas, lokasi dan tahun kejadian. Tahun 2011, dicari hubungan peubah iklim dengan luas serangan suatu jenis OPT, hubungan keduanya belum jelas/konsisten jadi masih harus dikembangkan.

PERKIRAAN KELUARAN

1. Mengetahui peubah iklim yang menentukan jenis dan luas serangan OPT pada pertanaman hortikultura

2. Sistem Informasi OPT Hortikultura yang sudah diupdate dengan menambahkan sistem informasi tanaman pangan.

HIPOTESA

Iklim merupakan salah satu faktor pemicu ledakan OPT, jadi ada hubungan yang nyata antara peubah iklim dengan luas serangan OPT, sehingga ada indikator iklim yang dapat dijadikan acuan untuk peringatan dini serangan OPT.

????? "?????? ?????" ??????? ??????????? ???? ????? ???????.

????????????????? ?????? ????? ?? ?????? ???????????, ????????? ? ????????? ? ???????????? ????.

?????? ????? ? ????? ????????? ??? ????????????.

??????? ??????????, ????? ???????.

???? ????????, ??? ?? ??? ????, ? ?? ????????????, ?????????? ???, ?? ?? ?????????? "????? ??? ????? ?????" ???????? ???.

? ??? ??????? ? ???????, ??? ?????? ????? ????????? ?? ????????? ?? ??????.

Terakhir diperbarui Selasa, 22 April 2014 02:58
 
Pengelolaan Air dan Iklim Mikro Terkendali Untuk Tanaman Hortikultura PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 01 Februari 2012 10:59

Rumah kasa Balitklimat.JPGSejak tahun 2005, Balitklimat telah mendirikan rumah kasa dengan maksud memodifikasi iklim mikro dan pemberian air otomatis untuk budidaya tanaman hortikultura? bernilai ekonomi tinggi. Berjalan dengan waktu pemanfaatan rumah kasa belum optimal, oleh karena itu pada tahun 2007 sudah dirintis otomatisasi pemberian air irigasi dengan maksud efesiensi? konsumsi air.? Pada tahun 2010 telah dilakukan kegiatan dengan membandingkan iklim di dalam dan di laur rumah kasa? serta pengaruhnya terhadap tanaman.? Pada ?tahun 2011, kegiatan dirumah kasa? difokuskan? untuk otomatisasi modifikasi iklim mikro. Otomatisasi ini diharapkan dapat mengontrol iklim yang dibutuhkan tanaman sehingga produksi dan kualitas tanaman dapat maksimal. Otomatisasi dilakukan secara bertahap untuk pengamatan dan pengontrolan rumah kasa sehingga kondisi iklim mikro dapat tercipta sesuai kebutuhan tanaman. Budidaya tanaman dilaksanakan di dua rumah kasa dengan rancangan percobaan? rancangan petak terpisah dimana pada salah satu rumah kasa dilakukan perlakuan pendinginan ruangan dengan menggunakan blower. Pada masing-masing rumah kasa di lakukan perlakuan volume penyiraman dengan 4 taraf dan 3 ulangan.

Pengembangan perangkat lunak untuk otomatisasi pemantauan dan pengendalian cuaca/ kontroling suhu di rumah kasa Balitklimat telah berhasil dilakukan pada bulan Oktober.? Tetapi karena rapuhnya peralatan jadi system menjadi tidak stabil.? Pada bulan Agustus ? September telah dilakukan digunakan pengendali otomatik sistem reaktor sebagai main processing unit (MPU). untuk membackup system kontrolling suhu, dan system ini sudah dijalankan mulai bulan Oktober 2011.

Kondisi cuaca didalam rumah kasa lebih panas dibandingkan dengan suhu diluar rumah kasa/kaca.? Hal ini secara visual mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman. Tanaman yang ditanam di rumah kasa Balitklimat yang suhu dan kelembabannya dikontrol memiliki fase pertumbuhan vegetatif yang lebih baik dibandingkan dengan yang ditanam di rumah kaca BBBiogen, tetapi persentase tanaman yang terserang OPT di rumah kasa Balitklimat lebih tinggi.

Pada budidaya paprika yang ditanam pada 1 Juni 2011, jumlah buah per tanaman yang dipelihara di rumah kasa Balitklimat lebih banyak dibandingkan dengan rumah kasa BB Biogen.? Bobot? buah per tanaman dipengaruhi oleh kontrol udara rumah kasa, namun tidak dipengaruhi oleh interaksi antara kontrol udara rumah kasa dan volume air dan oleh volume air secara tunggal. Bobot buah per tanaman yang dipelihara di rumah kasa Balitklimat lebih sedikit dibandingkan dengan rumah kasa BB Biogen. Tidak terdapat korelasi antara jumlah buah dan bobot buah per tanaman baik di rumah kasa Balitklimat maupun di rumah kaca BB Biogen. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah buah tidak mempengaruhi bobot buah per tanaman.

?

Terakhir diperbarui Selasa, 22 April 2014 02:58
 


Halaman 2 dari 2
Joomla Templates by JoomlaVision.com