Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Mensikapi Prakiraan Iklim Dan Awal Musim Kemarau, Serta Implikasinya Terhadap Kalender Tanam Tanaman Pangan Pada MT-2 (MK-1) Di Sentra Pertanian PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 09 Februari 2012 15:09

Prakiraan Iklim Global dan Iklim Indonesia

Mempelajari prakiraan iklim global dari beberapa lembaga internasional, didapatkan gambaran bahwa pada awal MK-1 kondisi iklim global adalah La-Nina lemah, selanjutnya akhir MK-1 hingga MK-2 kondisi iklim global diperkirakan La-Nina lemah hingga Normal.

Pada MK-1, sifat hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan adalah Normal, kecuali pada beberapa wilayah zona musim (ZOM) akan mengalami sifat hujan di Atas Normal dan di Bawah Normal. Sifat curah hujan di Atas Normal diperkirakan akan terjadi di wilayah Sumatera Barat, bagian barat Sumatera Selatan, bagian barat Lampung, bagian selatan Banten dan Jawa Barat, bagian timur dan utara Kaltim, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara, serta Sorong dan Manokwari. Sifat hujan di Bawah Normal diperkirakan akan terjadi di wilayah bagian tengah Lampung, bagian tenggara Jawa Barat, bagian selatan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta (Lampiran 1 dan Lampiran 2).

Prakiraan Awal MK-1

Dalam sosialisasi prakiraan awal MK 2012 di Kantor BMKG Jakarta, beberapa lembaga mengemukakan hasil prediksi yang hampir sama, yaitu:

(1) Di sebagian besar wilayah Indonesia, awal MK 2012 diperkirakan akan terjadi pada bulan Mei;

(2) Diperkirakan awal kemarau diawali di daerah Nusa Tenggara pada bulan Maret/April;

(3) Sebagian besar wilayah Aceh, Sumut dan bagian utara Riau, memiliki 2 kali periode kering dan 2 kali puncak hujan. Awal musim kering ke-1 diperkirakan pada Januari/Februari, awal musim kering ke-2 diperkirakan pada Juni atau sesudahnya;

(4) Sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sulawesi, awal MK 2012 diperkirakan akan terjadi pada Juni atau sesudahnya.

(Lampiran 3)

Sistem Informasi Kalender Tanam Dinamik Terpadu

Sistem Informasi Kalender Tanam Dinamik Terpadu merupakan suatu perangkat berbasis web yang menyajikan informasi tentang jadwal tanam yang memiliki resiko minimum terhadap perubahan iklim, luas tanam eksisting dan potensial berdasarkan skenario anomali iklim, dan indeks pertanaman. Sistem ini merupakan pengembangan lanjutan dari penyusunan atlas kalender tanam yang dimulai sejak 2007. Dengan berbasis teknologi informasi, sistem ini dibuat menjadi lebih dinamik dengan mempertimbangkan perubahan kondisi iklim pada setiap musim. Dalam sistem ini dikemukakan juga informasi rekomendasi varitas, rekomendasi pemupukan, pupuk, informasi bencana yang menyertai perilaku iklim (banjir, kekeringan, OPT). Informasi disusun hingga level kecamatan di seluruh Indonesia.

Manfaat Sistem Informasi Kalender Tanam Dinamik Terpadu adalah untuk memberikan gambaran kepada pengguna tentang informasi tanam pada setiap musim tanam baku, sehingga diharapkan dapat membantu pengguna di seluruh Indonesia dalam melakukan perencanaan pertanian, khususnya padi sawah dan tanaman pangan.

Informasi Awal Tanam pada MK-1

Pada dasarnya jadwal tanam di suatu daerah sangat tergantung pada ketersediaan air dan perilaku petani setempat. Jadwal awal tanam di berbagai daerah di Indonesia secara klimatologis akan mengikuti pola fluktuasi curah hujan yang terjadi di masing-masing daerah. Daerah yang beririgasi bisa berbeda dengan daerah tadah hujan dan lahan kering/gogo. Daerah yang biasa menerapkan olah tanah, pembenihan dan pindah tanam akan berbeda penentuan jadwal awal tanamnya dengan daerah yang menerapkan sistem tebar langsung dan tanpa olah tanah. Namun demikian, musim tanam kedua akan mengikuti akhir musim tanam pertama, diselingi waktu untuk pengolahan tanah atau pembenihan bagi daerah yang melakukan pembenihan dan pindah tanam.

Di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi awal tanam di Musim Tanam II (MK-1) berkisar mulai dari Februari II hingga April III. Di Kota Bekasi, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi awal tanam di MT-2 (MK-1) berkisar mulai dari Februari II hingga April I, namun ada 1 lokasi yang memiliki awal tanam pada Mei III hingga Juni I, lebih lambat dari kecamatan lainnya. Di Kota Bogor awal tanam di MT-2 (MK-1) berkisar mulai antara Maret I hingga Maret II. Di Kota Sukabumi awal tanam di MT-2 (MK-1) berkisar mulai dari Februari II hingga Maret II (Lampiran 4 dan Lampiran 5).

Prakiraan curah hujan di Indonesia pada Maret 2012

Lampiran 1. Prakiraan curah hujan di Indonesia pada Maret 2012.

Prakiraan sifat hujan di Indonesia pada Maret 2012

Lampiran 2. Prakiraan sifat hujan di Indonesia pada Maret 2012.

Sebaran awal musim kemarau di sentra pertanian

Lampiran 3. Sebaran awal musim kemarau di sentra pertanian.

Sebaran spasial kalender tanam MK-1 di Kabupaten Bogor.

Lampiran 4. Sebaran spasial kalender tanam MK-1 di Kabupaten Bogor.

Data tabular kalender tanam MK-1 di Kabupaten Bogor

Lampiran 5. Data tabular kalender tanam MK-1 di Kabupaten Bogor.

Oleh

Dr. Ir. Aris Pramudia, MSi.

Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi

Terakhir diperbarui Selasa, 22 April 2014 02:39
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com