| PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2008/2009 di Sentra Produksi Padi Pulau Jawa |
|
|
|
|
PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2008/2009 di Sentra Produksi Padi Pulau Jawa Oleh: Elza Surmaini
Peta prakiraan musim hujan (MH) 2008/2009 di lahan sawah Pulau Jawa disusun dengan menumpang-tepatkan peta Zona Musim (ZOM) yang dikeluarkan secara rutin oleh BMG setiap awal musim dengan peta sawah yang telah di up-date oleh Balai Basar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP). Dari 220 ZOM yang terdapat di Indonesia, 93 ZOM terdapat di Pulau Jawa yaitu dari ZOM no 27 sampai 120. Tahapan penyusunan peta tersebut disajikan pada Gambar 1.
Gambar 1. Tahapan penyusunan peta prospek MH 2008/2009 pada lahan sawah Pulau Jawa
Adapun peta prakiraan MH 2008/2009 pada lahan sawah Pulau Jawa yang disusun terdiri atas a) Peta prakiraan awal MH 2008/2009, b) Peta perbandingan prospek awal MH 2008/2009 dengan rata-ratanya dan c) Peta prospek sifat hujan MH 2008/2009. Sawah di pulau Jawa seluas 3.597.104 ha dan seluas 95.989 ha merupakan wilayah non ZOM. Lahan sawah yang termasuk non ZOM terdapat di wilayah sebagian Kabupaten Lebak (Kecamatan Malingping, Bayah dan Sawarna), Kabupaten Bogor, bagian selatan Kabupaten Ciamis dan Cilacap.
Peta prospek awal MH 2008/2009 pada lahan sawah Pulau Jawa Peta prospek awal MH 2008/2009 dibagi menjadi 8 (delapan ) kelas yaitu awal MH pada : 1) dasarian III September, 2) dasarian I Oktober, 3) dasarian II Oktober, 4) dasarian III Oktober, 5) dasarian I November, 6) dasarian II November, 7) dasarian III November dan 8) dasarian I Desember. Peta prospek awal MH 2008/2009 di lahan sawah Pulau Jawa disajikan pada Gambar 2.
Gambar 2. Prospek awal MH 2008/2009 pada lahan sawah Pulau Jawa Awal MH 2008/2009 di mulai pada Dasarian III September pada lahan sawah seluas 102.099 ha (3%) yang menyebar pada lahan sawah di wilayah Cianjur dan Ciamis (Jawa Barat), sebagian kecil sawah di Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah) dan sawah di Kabupaten Jember (Jawa Timur). Pada Dasarian I Oktober awal musim hujan diprakirakan terjadi di lahan sawah seluas 366.862 ha (10%) yang menyebar pada sebagian besar sawah di Provinsi Banten, Jawa Barat bagian selatan, Kabupaten Bojonegoro, Purbalingga, Banjarnegara, Pekalongan, Kebumen (Jawa Tengah), Kabupaten Bondowoso (Jawa Timur). Awal MH 2008/2009 diprakirakan akan mulai Oktober II pada lahan sawah seluas 817.512 ha (23%) yang menyebar di Pantura Banten ( pesisir utara Serang, Karawang dan Bekasi), lahan sawah sebagian pesisir utara Jawa Timur (Lamongan, Probolinggo, Situbondo, bagian timur Banyuwangi, serta pesisir selatan Bangkalan dan Sampang). Awal MH2008/2009 diprakirakan mulai Oktober III pada lahan sawah seluas 791.436 Ha (22%) yang menyebar Kabupaten Tangerang dan Bekasi (Jawa Barat), Kabupaten Cilacap, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Purworejo, Kudus, Blora (Jawa Tengah), sebagian besar sawah di DI Yogyakarta, Sebagian besar sawah Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Malang, dan Bojonegoro, sebagian kecil sawah di Kabupaten Mojokerto dan Pasuaruan (Jawa Timur).
Awal MH 2008/2009 akan dimulai pada November I pada lahan sawah seluas 745.243 ha (21%) yang menyebar pada sebagian besar lahan sawah di Kabupaten Indramayu, Majalengka, Kuningan (Jawa Barat), Kabupaten Kebumen, Jepara, Pati, dan Rembang (Jawa Tengah), Kabupaten Tuban, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, dan sebagian Sidoarjo (Jawa Timur). Pada dasarian II November awal MH diprakirakan akan masuk pada lahan sawah seluas 277.977 ha (6%) yang menyebar Kabupaten Kediri, Blitar, daerah pesisir Sidoarjo, Pasuruan, dan sebagian besar lahan sawah di Madura (Jawa Timur). Pada dasarian III November awal MH diprakirakan akan masuk pada lahan sawah seluas 398.062 ha (11%) yang menyebar di sebagian besar lahan sawah di Pantura Banten, Jawa Barat, Kabupaten Lamongan dan pesisir selatan Madura (Jawa Timur). Awal MH 2008/2009 paling lambat diprakirakan pada Desember I yaitu pada lahan sawah hanya seluas 51.844 ha (1%) yang terdapat di daerah Probolinggo, Situbondo dan Banyumas (Jawa Timur).
Peta perbandingan prospek awal MH 2008/2009 dengan rata-ratanya Peta perbandingan prospek awal MH 2008/2009 dengan rata-ratanya dibagi menjadi 3 kelas yaitu 1)maju dari rata-ratanya, 2) tetap, dan 3) mundur dari rata-ratanya. Peta perbandingan prospek awal MH 2008/2009 dengan rata-ratanya disajikan pada Gambar 3.
Awal musim hujan maju hanya terjadi di sebagian kecil lahan sawah di Pulau Jawa yaitu seluas 122.225 ha (3.4%) yang menyebar di sebagian besar Propinsi DI Yogyakarta (Kabupaten Sleman, Bantul dan Gunungkidul), dan lahan sawah di perbatasan Jawa Tengah dan DIY (Kabupaten Sukoharjo, Klaten dan Boyolali). Awal musim hujan tetap terdapat di sebagian besar lahan sawah di Pulau Jawa seluas 1.982.162. ha (55.1%) yang menyebar Propinsi Banten (pesisir utara), Jawa Barat (Pantura, Kabupaten Subang, Bandung, Majalengka), Jawa Tengah (Pantura, Purbalingga, Pekalongan, Banjarnegara, Kebumen, Magelang, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Blora), sebagian besar lahan sawah di Jawa Timur (Pantura, Madura, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Pacitan, Blitar, Kediri, Sidoarjo, Bojonegoro, sebagian Bondowoso). Gambar 3. Peta perbandingan prospek awal MH 2008/2009 dengan rata-ratanya di Pulau Jawa Awal musim hujan mundur terdapat pada lahan sawah seluas 1.396.697 ha (38.8 %) yang menyebar di sebagian besar propinsi Banten, bagian tengah dan selatan Propinsi Jawa Barat, sebagian pantura Jawa Tengah (Pemalang, Pekalongan, Batang, Jepara, Padi, Kudus), bagian tengah dan selatan Jawa Tengah (Brebes, Purwokerto, Purworejo, Temanggung, Semarang, Purwodadi), Pesisir selatan dan timur Jawa Timur. Penyebaran luas lahan sawah berdasarkan perbandingan prakiraan awal MH 2008/2009 dengan rata-ratanya di Pulau Jawa disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Perbandingan prospek awal MH 2008/2009 dengan rata-ratanya di Pulau Jawa
Peta prospek sifat hujan MH 2008/2009 pada lahan sawah di Pulau Jawa Peta prakiraan sifat hujan MH 2008/2009 dibagi menjadi 3 kelas yaitu 1) atas normal, 2) normal , dan 3) bawah normal (Gambar 4). Gambar 4. Peta prospek sifat hujan MH 2008/2009 pada lahan sawah di Pulau Jawa Prakiraan sifat hujan diatas normal pada MH 2008/2009 terdapat pada lahan sawah seluas 572.017 ha (16%) yaitu di Kabupaten Indramayu, sebagian Cirebon dan Majalengka (Jawa Barat), Purworejo, Magelang, Boyolali, Salatiga, Rembang dan Blora (Jawa Tengah), Tuban, Lamongan, Bojonegoro, dan Gresik (Jawa Timur). Prakiraan sifat hujan normal terdapat di sebagian besar lahan sawah yaitu seluas 2.337.895 ha (66%) yang menyebar di Pantura propinsi Banten (Serang, Tangerang, Bekasi), sebagian Jawa Barat (Karawang, Cianjur, Subang, Sukabumi, Bandung, Sumedang), sebagian besar Jawa Tengah, DI Yogyakarta, sebagian besar Jawa Timur. Prakiraan sifat hujan diatas normal terdapat pada lahan sawah seluas 551.022 ha (15%) yang menyebar di Kabupaten Pendeglang dan Lebak, sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa, serta Kabupaten Pati dan Jepara, sebagian Bondowoso dan Banyuwangi, serta sebagian sawah di Kabupaten Sampang dan Pamekasan. Penyebaran luas lahan sawah berdasarkan prospek sifat MH 2008/2009 dengan rata-ratanya di lahan Pulau Jawa disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Prospek sifat MH 2008/2009 dengan rata-ratanya di lahan Pulau Jawa
KESIMPULAN Sebagian besar lahan sawah di Jawa (66%) diprakirakan akan memasuki awal MH 2008/2009 pada Oktober II sampai November I. Sebagian kecil lahan sawah mulai lebih awal yaitu September III – Oktober I (13%) dan lebih akhir yaitu November II- Desember I (18%). Awal MH 2008/2009 bila dibandingkan dengan kondisi rata-ratanya umumnya tetap pada 55% lahan sawah, mundur pada 38.5% dan maju hanya pada 3.4% lahan sawah. Sifat hujan pada MH 2008/2009 pada sebagain besar lahan sawah (66%) umumnya normal, diatas normal pada 16% lahan sawah dan dibawah normal pada 15% lahan sawah. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Terakhir Diperbaharui ( Senin, 20 April 2009 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|











