| OPTIMASI PEMBERIAN DOSIS DAN INTERVAL IRIGASI TANAMAN JAGUNG DI LAHAN KERING BERIKLIM KERING |
|
|
|
|
OPTIMASI PEMBERIAN DOSIS DAN INTERVAL IRIGASI TANAMAN JAGUNG DI LAHAN KERING BERIKLIM KERING KABUPATEN SUMBA, NTT Oleh: Budi Kartiwa
Kabupaten Sumba Timur merupakan wilayah spesifik yang kerap mengalami kekeringan. Profil klimatologis di wilayah tersebut dicirikan oleh jumlah curah hujan relatif rendah (< 1000 mm) dengan durasi penyebaran hujan yang sangat pendek dan terkonsentrasi pada 2 – 3 bulan dalam setiap tahunnya dan di sisi lain evapotranspirasi yang terjadi sangat menguras kebutuhan air tanaman. Kondisi tersebut mengharuskan adaptasi sistem budidaya pertanian yang mempertimbangkan pemanfaatan air secara optimal. Ketersediaan air yang semakin terbatas memerlukan strategi pengelolaan air yang efektif dan efisien. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengaruh pemberian dosis irigasi terhadap produktivitas jagung di lahan kering beriklim kering. Penelitian dilaksanakan di plot percobaan Desa Kambatatana, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur selama periode Juli-Nopember 2007. Penelitian dilakukan di lahan berukuran 36 x 36 m menggunakan rancangan Acak Kelompok (Split Plot Design), dengan empat perlakuan dosis irigasi sebagai petak utama dan anak petak adalah varietas jagung.
Plot percobaan terdiri dari 3 blok perlakuan dan 1 blok kontrol. Blok I mendapat perlakuan dosis irigasi sebesar 100 % kebutuhan tanaman, Blok II mendapat 80% kebutuhan tanaman, Blok III 60% kebutuhan tanaman dan Blok Kontrol berdasarkan pengalaman petani.
Masing-masing blok perlakuan berukuran lebar 9 meter dan panjang 36 m. Sepanjang 36 m, setiap blok dibagi menjadi tiga bagian untuk 3 kali ulangan perlakuan.
Kebutuhan air tanaman jagung dihitung berdasarkan aplikasi metode irigasi saluran tanah terbuka (furrow irrigation) menurut FAO. Kebutuhan irigasi akan diberikan sesuai fase pertumbuhan serta karakteristik tanaman dan tanah. Informasi yang diperlukan dalam penentuan dosis disajikan pada Tabel 1.
Gambar 1. Desain percobaan pengaruh dosis irigasi terhadap pertumbuhan tanaman jagung varietas lokal dan Lamuru.
Tabel 1. Perhitungan kebutuhan irigasi pada berbagai fase pertumbuhan jagung berdasarkan informasi karakteristik tanaman dan tanah
Untuk memberikan irigasi dengan debit relatif stabil serta volumenya dapat dikuantikasi, air yang dipompa dari sungai sebelum masuk ke lahan pertanian dialirkan melalui saluran tanah. Pada ujung saluran, telah terpasang bendung terbuat dari kayu yang memiliki lebar 40 cm. Dasar saluran pada bagian hulu bendung lebih tinggi 5 cm dari pada dasar saluran di bagian hilir. Pada mulut bendung terdapat skala ketinggian untuk menduga debit.
Dari saluran pendistribusian, air disalurkan ke setiap blok perlakuan secara bergilir melalui 9 corong saluran berdiameter 4 inci berjarak 1 meter. Lama waktu irigasi untuk setiap blok ditetapkan sesuai debit yang tersedia yang direpresentasikan oleh ketinggian muka air pada mulut bendung, serta kebutuhan irigasi tanaman sesuai perlakuan.
Gambar 2 menyajikan kondisi lahan yang diberikan perlakuan irigasi alur (furrow irrigation) di Desa Kambata tana. Sedangkan Tabel 2 menyajikan variasi pemberian dosis irigasi yang direpresentasikan oleh lama pemberian irigasi dengan debit sebesar 9 lt/dt untuk setiap plot perlakuan seluas 226.8 m2.
Gambar 2. Percobaan irigasi alur (furrow irrigation) di Desa Kambatatana: (a) bendung penduga debit; (b) saluran pendistribusi untuk memberikan dosis irigasi setiap blok perlakuan melalui corong; (c) alur lahan yang telah teririgasi
Tabel 2. Variasi pemberian dosis irigasi pada 3 perlakuan rancangan percobaan tanaman jagung
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk perlakuan irigasi yang sama, rata-rata produktivitas jagung Lamuru tidak berbeda secara signifikan dibandingkan rata-rata produktivitas jagung lokal. Sedangkan produktivitas jagung pada tiga perlakuan irigasi lebih tinggi dibandingkan kontrol, baik untuk lokal maupun varietas Lamuru. Hasil penelitian menunjukkan pula bahwa pemberian irigasi dengan dosis 80% kebutuhan tanaman, telah memberikan produktivitas yang relatif sama dengan produktivitas jagung pada pemberian irigasi dengan dosis 100% kebutuhan tanaman (Tabel 3). Hasil perhitungan total volume irigasi yang diberikan selama pertumbuhan jagung hingga panen pada percobaan irigasi di Desa Kambatatana untuk perlakuan 100% persen kebutuhan tanaman, 80% dan 60 % serta kontrol dengan luas masing-masing plot percobaan sebesar 364 m2 (9m x36 m) adalah berturut-turut 1.412.100 liter, 1.161.000 liter, 909.900 liter dan 398.520 liter. Untuk luas 1 hektar, nilai ini setara dengan volume 45.583 m3, 35.833 m3, 28.083 m3, dan 12.300 m3.
Gambar 3. Pertumbuhan tanaman jagung pada minggu keenam di plot percobaan irigasi, Desa Kambatatana Tabel 3. Produktivitas jagung varietas lokal dan varietas Lamuru pada percobaan 3 perlakuan pemberian irigasi di Desa Kambata Tana.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
| Terakhir Diperbaharui ( Senin, 30 Maret 2009 ) | ||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|













