Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa untuk Tanaman Jeruk PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Sabtu, 10 Februari 2007 01:24

Tahun Penelitian 2005  

Jeruk merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura dapat ditanam di daerah tropis dan sub tropis. Tanaman ini merupakan komoditas hortikultura yang mendapat prioritas untuk dikembangkan, karena usahatani jeruk memberikan keuntungan yang tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan petani. Oleh karena itu pengembangan komoditas ini perlu mendapat perhatian. Di Indonesia paling tidak terdapat 10 spesies jeruk, dan yang paling banyak dibudidayakan adalah keprok siem. Jeruk ini  mulai berproduksi pada umur 3 tahun dengan masa produktif sekitar 6 tahun. Buah jeruk dipanen pada umur 6-8 bulan dihitung dari saat muncul bunga, dengan masa panen 1-2 bulan.

Penelitian ini dimulai dengan membuat peta sebaran tanaman jeruk pada berbagai peubah lingkungan lahan rawa dan peta sebaran wilayah jeruk berdasarkan mutunya, kemudian membangun model hubungan antara peubah lingkungan dengan mutu  jeruk. Peta sebaran tanaman jeruk  dibuat   dengan pemetaan /pengukuran langsung di lapangan menggunakan GPS (Global Positioning System). Peta sebaran tanaman jeruk yang diperoleh dengan pengukuran di lapangan ini kemudian  digambar secara digital pada skala 1:50.000. Peta sebaran wilayah jeruk berdasarkan mutunya dibuat berdasarkan analisis buah jeruk di daerah penelitian yang mencakup kandungan jus, kandungan gula/padatan terlarut (Soluble Solids/SS), kandungan asam, dan rasio kandungan gula terhadap asam. Untuk menetapkan kadar jus menggunakan metode gravimetri, kadar asam dengan metode titrasi, sedangkan untuk menentukan kadar gula memakai metode refraktometri. Model hubungan parameter peubah lingkungan dengan kualitas jeruk dapat dirumuskan software MARS versi 2.0.

 

Sebaran tanaman jeruk di kedua lokasi penelitian terdapat pada kondisi lingkungan rawa yang berbeda yaitu di Desa Gudang Hirang dan Sungai Bakung, Kec. Sungai Tabuk  bertipe luapannya A sedangkan lokasi kedua, Desa Karang Indah dan Karang Bunga, Kec. Mandastana Kab. Batola mempunyai tipe luapan C. Kedua lokasi termasuk dalam kelompok tipologi lahan yang sama yaitu Lahan potensial dengan kedalaman pirit > 50 cm. 

 

Sebaran tanaman jeruk dilokasi pertama, Desa Gudang Hirang dan Sungai Bakung, Kec. Sungai Tabuk tanaman jeruk menyebar dikanan kiri Sungai Madang dan Sungai Martapura sejauh 300-700 m dari sungai/pemukiman, dengan luas kurang lebih 348,78 ha. Di lokasi kedua, Desa Karang Indah dan Karang Bunga, Kec. Mandastana, tanaman jeruk menyebar di lahan usaha II dan sebagian kecil di lahan usaha I. Luas penyebaran tanaman jeruk di derah ini sekitar 549,30 ha.

 

Berdasarkan kriteria yang dibangun  kualitas jeruk dari Sungai Tabuk  termasuk prima sedangkan jeruk dari  Mandastana tergolong kualitas baik.

 

Model hubungan antara parameter lingkungan dengan parameter kualitas jeruk yang mencakup kadar jus, kadar asam, kadar gula dan rasio gula terhadap asam  adalah sebagai berikut:

 

  1. JUS = 63,453+0,062*(Mg-27)+0,068*(P2O5-6)-7,464*(pH-3,8)
  2. ASAM = 0,893+0,013*(Liat-34)+0,14*(B-0,2)-0,003*(P2O5-6)
  3. GULA=-13,22+0,84*(Liat-34)+61,334*(N-0,23)+37,468*(pH-3,8)-0,148*(Mg-27)-0,092*( P2O5-6)
  4. RASIO GULA-ASAM = 25,412-2,772*(pH-3,8)+0,024*(Mg-27) + 0,021*(P2O5-6)
 
Terakhir diperbarui Selasa, 22 April 2014 03:18
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com