Halaman ini memuat seluruh isi yang berkaitan dengan informasi (tanpa gambar)
Sosialisasi Kalender Tanam Sulawesi selatan dan AWS Telemetri di Pekan Serelia Nasional
Sosialisasi Kalender Tanam Sulawesi selatan dan AWS Telemetri di Pekan Serelia Nasional
Pekan Serelia Nasional 1(PSN 1) 2010 diselenggarakan pada tanggal 26- 30 Juli 2010 di Maros,Sulawesi Selatan. PSN ini merupakan salah satu media komunikasi produk penelitian yang diharapkan mampu memecahkan masalah teknis pertanian, sosial, budaya, ekonomi dan sebagai jembatan bagi pengguna untuk memperoleh teknologi atau produk yang dihasilkan oleh lembaga penelitian.
Balitklimat sebagai salah satu lembaga penelitian yang bertanggung jawab dalam melaksanakan penelitian di bidang iklim dan airhadir dalam rangkaian acara PSN 1. Beberapa hasil penelitian Balitklimat yang disosialisasikan adalah AWS Telemetri dan Kalender Tanam Sulawesi Selatan.Hasil Penelitian ini disosialisakan melaluipameran di stand Badan Litbang Pertanian dan melalui kegiatanpresentasi yang disampai oleh Dr. Ir. Aris Pramudia, M.Si. di balitsereal pada tanggal 29 Juli 2010.
IDENTIFIKASI AIR TANAH DAN PEMANFAATANYA UNTUK PERTANIAN
IDENTIFIKASI AIR TANAH DAN PEMANFAATANYA UNTUK PERTANIAN
Hendri Sosiawan
Air Tanah
Air tanah merupakan komponen dari suatu sistem daur hidrologi (hydrology cycle) yang terdiri rangkaian proses yang saling berkaitan antara proses atmosferik, proses hidrologi permukaan dan proses hidrologi bawah permukaan (Gambar 1). Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui evaporasi , transpirasi, kondensasi dan presipitasi. Di luar sistem tersebut persoalan air tanah bahkan seringkali melibatkan aspek politik dan sosial budaya yang sangat menentukan keberadaan air tanah di suatu daerah. Siklus hidrologi menggambarkan hubungan antara curah hujan, aliran permukaan, infiltrasi, evapotranspirasi dan air tanah. Sumber air tanah berasal dari air yang ada di permukaan tanah (air hujan, air danau dan sebagainya) kemudian meresap ke dalam tanah/akuifer di daerah imbuhan (recharge area) dan mengalir menuju ke daerah lepasan (discharge area). Menurut Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan aliran air tanah di dalam akuifer dari daerah imbuhan ke daerah lepasan cukup lambat, memerlukan waktu lama bisa puluhan sampai ribuan tahun tergantung dari jarak dan jenis batuan yang dilaluinya. Pada dasarnya air tanah termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui akan tetapi jika dibandingkan dengan waktu umur manusia air tanah bisa digolongkan kepada sumber daya alam yang tidak terbaharukan.
KOMERSIALISASI TEKNOLOGI AWS TELEMETRI DI PTPN VIII (Persero)
LAPORAN KOMERSIALISASI TEKNOLOGI AWS TELEMETRI DI PTPN VIII (Persero)
Lokasi Afdeling Sukawana, Perkebunan Ciater
Tanggal 1 Juli 2010
Pengaruh perubahan iklim global sangat berdampak pada pengembangan dan produktivitas komoditas pertanian, tidak terkecuali komoditas perkebunan khususnya teh. Berkaitan dengan hal tersebut memenuhi undangan PTPN VIII yang berdomisili di Bandung, sekaligus memperkenalkan teknologi hasil penelitian Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi telah melaksanakan presentase teknologi hasil penelitian khususnya yang berkaitan dengan peralatan pemantau iklim otomatis system telemetri. Dalam acara tersebut Balai Penelitian Agroklimat telah diwakili Tim yang di pimpin secara langsung oleh Kepala Balai beserta jajarannya (Kepala Seksi Jasa Penelitian dan Ketua Kelti Agroklimat dan Hidrologi). Presentase dihadiri oleh Direktur tanaman teh, para administratur kebun yang berada dibawah koordinasi PTPN VIII kepala bagian tanaman berjumlah 15 orang. Presentase AWS telemetri oleh Dr. Aris Pramudya selaku Ketua Kelompok Peneliti Agroklimat memaparkan beberapa kelebihan stasiun Cuaca system Telemetri dan sensor apa saja yang dapat dipasang, setelah pemaparan dilanjutkan dengan diskusi. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan adalah: Berapa Km2 cakupan alat AWS telemetri, pengaruh cuaca terhadap kondisi tanah, apakah alat tersebut bisa mengukur lama penyinaran, Curah Hujan, temperature dan kelembapan, di perkebunan belum ada teknologi panen hujan, apakah Balai bisa memfasilitasi atau minimal kerjasama penelitian sharing biaya.
Tindak Lanjut
1.PTPN VIII khusus bagian tanaman teh pada tahun 2011 akan mengusulkan untuk pengadaan alat 2 unit AWS Telemetri.
2.Harapan PTPN VIII ada pelatihan penggunaan alat dan pemanfaatan datanya khususnya pengelola kebun
3.Secara khusus PTPN VIII pada tanggal 8 dan 9 Juli 2010 akan mengadakan pelatihan penyusunan SOP peramalan produksi, Balitklimat diminta bantuaannya untuk menyusun salah satu topik yang berkaitan dengan peramalan iklim.
4.Pada tahun ini PTPN VIII akan menyusun daftar rencana kebutuhan teknologi yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas usaha dan akan disinergikan dengan kegiatan penelitian yang ada di Balitklimat sehingga pada tahun 2011 bisa dijalin kerjasama penelitian salah satunya panen hujan dan aliran permukaan.
Suasana Presentase dan foto bersama Direktur Tanaman PTPN VIII
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 05 Juli 2010 )
Prakiraan MK 2010 Pada Lahan Sawah Pulau Sumatra Provinsi Lampung
Awal Musim Kemarau Lampung
Pergeseran Musim Kemarau Lampung
Sifat Hujan Musim Kemarau Lampung
Rekomendasi Lahan Sawah yang Perlu Mendapat Prioritas Penanganan
Berdasarkan tabel diatas disusun lahan sawah yang perlu mendapat prioritas penanganan pada MK 2010 yaitu a) Lahan sawah yang terletak pada daerah yang awal MK maju dan curah hujan dibawah normal, b) Lahan sawah yang terletak pada daerah yang awal MK tetap dan curah hujan dibawah normal, c) Lahan sawah yang terletak pada daerah yang awal MK maju dengan curah hujan normal.
1.Awal MK Maju dan Curah Hujan Dibawah Normal
Lampung Barat, Lampung Tengah,Lampung Utara, Way Kanan, dan Tulang Bawang
2.Awal MK Tetap dan Curah Hujan Dibawah Normal
Lampung Selatan, Lampung Timur, Kota Metro, dan Tenggamus.
3.Awal MK Maju dan Curah Hujan Normal
Perbatasan Sumatera Selatan bagian utara
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 08 April 2010 )
Prakiraan MK 2010 Pada Lahan Sawah Pulau Sumatra Provinsi Sumatra Selatan
Awal Musim Kemarau Sumatra Selatan
Pergeseran Musim Kemarau Sumatra Selatan
Sifat Hujan Musim Kemarau Sumatra Selatan
Rekomendasi Lahan Sawah yang Perlu Mendapat Prioritas Penanganan
Berdasarkan tabel diatas disusun lahan sawah yang perlu mendapat prioritas penanganan pada MK 2010 yaitu a) Lahan sawah yang terletak pada daerah yang awal MK maju dan curah hujan dibawah normal, b) Lahan sawah yang terletak pada daerah yang awal MK tetap dan curah hujan dibawah normal, c) Lahan sawah yang terletak pada daerah yang awal MK maju dengan curah hujan normal.
1.Awal MK Maju dan Curah Hujan Dibawah Normal
Tidak ada
2.Awal MK Tetap dan Curah Hujan Dibawah Normal
Ogan Komering Ilir bagian selatan
3.Awal MK Maju dan Curah Hujan Normal
Tidak ada
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 08 April 2010 )
Prakiraan MK 2010 Pada Lahan Sawah Pulau Sumatra Provinsi Bengkulu
Awal Musim Kemarau Bengkulu
Pergeseran Musim Kemarau Bengkulu
Sifat Hujan Musim Kemarau Bengkulu
Rekomendasi Lahan Sawah yang Perlu Mendapat Prioritas Penanganan
Berdasarkan tabel diatas disusun lahan sawah yang perlu mendapat prioritas penanganan pada MK 2010 yaitu a) Lahan sawah yang terletak pada daerah yang awal MK maju dan curah hujan dibawah normal, b) Lahan sawah yang terletak pada daerah yang awal MK tetap dan curah hujan dibawah normal, c) Lahan sawah yang terletak pada daerah yang awal MK maju dengan curah hujan normal.